Home » » Tips Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini.

Tips Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini.

Pendidikan seks (sex education) merupakan suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia, meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan secara jelas dan benar. Namun hingga sekarang, pandangan masyarakat tentang pendidikan seks masih terbilang sempit.

Selama ini, setiap kita berbicara seks, maka yang terbesit dalam benak sebagian besar orang adalah hubungan seks. Padahal seks itu artinya jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis. Sampai saat ini, belum ada lembaga pendidikan atau sosial yang memberikan informasi secara memadai mengenai seks dan hubungan antarmanusia.

Pendidikan seks sudah seharusnya dikenalkan sejak dini pada si kecil baik melalui pendidikan formal maupun informal. Asosiasi Keluarga Berencana di Inggris mengungkapkan mulai usia empat tahun anak sebaiknya diberi pendidikan seks. Ini dimaksudkan untuk menekan angka aborsi dan infeksi penyakit menular seksual di antara para remaja.

Pendidikan seks akan membantu buah hati Anda untuk paham dengan alat reproduksi dan yang terkait dengan seksualitasnya. Sejak dini, anak-anak harus diajarkan mengenal bagian tubuhnya dan perbedaan-perbedaan mendasar antara seksualitas pria dan wanita serta hubungan antara keduanya.

Berikut manfaat dari sex education
  • Untuk mengetahui informasi seksual bagi remaja
  • Agar anak memiliki kesadaran akan pentingnya memahami masalah seksualitas
  • Agar anak memiliki kesadaran akan fungsi-fungsi seksualnya
  • Agar anak memahami masalah-masalah seksualitas remaja
  • Agar anak memahami faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah seksualitas.
Sejak kapan pendidikan seks dapat diberikan? Sesungguhnya tidak ada batasan, menurut sebagian ahli dalam pendidikan seks, pendidikan seks dapat mulai diberikan ketika anak mulai bertanya tentang seks dan kelengkapan jawaban bisa diberikan sesuai dengan seberapa jauh keingintahuan mereka dan tahapan umur sang anak. Pendidikan seks dapat dimulai sejak dini, karena pendidikan seks tidak hanya mencakup pada pertanyaan dan jawaban belaka.

Beberapa tips yang mungkin bisa diberikan untuk anak usia dini dalam hal pendidikan seks :

Selain diberikan di sekolah, pendidikan seks juga perlu diberikan di rumah. Untuk menyampaikan pendidikan seks kepada anak-anak, Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., menegaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua.
  1. Berbicaralah dengan cara yang wajar, seperti berbicara tentang hal yang lain.
  2. Hindari gaya seperti mengajar di sekolah.
  3. Pembicaraan hendaknya tidak hanya terbatas pada fakta biologik, melainkan juga tentang nilai, emosi, dan jiwa.
  4. Jangan khawatir Anda telah menjawab terlalu banyak terhadap pertanyaan anak. Mereka akan selalu bertanya tentang apa yang mereka tidak mengerti.
  5. Anak-anak usia prasekolah juga perlu tahu bagaimana melindungi diri dari penyimpangan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini berarti bahwa orangtua harus memberitahu anak bahwa mangatakan “tidak” kepada orang dewasa bukanlah sesuatu yang dilarang.
  6. Jangan menunggu sampai anak mencapai usia belasan tahun untuk berbicara tentang masa pubertas. Mereka harus sudah mengetahui perubahan yang terjadi pada masa remaja sebelumnya.
  7. Berilah suasana dan kesempatan agar anak merasa bebas dan aman mengajukan pertanyaan tentang seksualitas.
  8. Andaikata orangtua tidak dapat menjawab pertanyaan anak, jangan malu mengatakan “tidak tahu”. Kemudian mintalah bantuan atau penjelasan dari orang lain yang mengetahui.
  9. Setelah berbicara atau menjawab pertanyaan anak, ujilah apakah jawabanitu memang telah dimengerti. Berilah kesempatan kepada anak untuk menanyakan lagi kalau kemudian muncul pertanyaan baru.
  10. Kehidupan seksual orangtua sangat diperlukan sebagai contoh nyata bagi anak ketika berbicara tentang seksualitas.
Beberapa Tips Lainnya dalam contoh pendidikan seks dini sebagai berikut :
  1. Bantu anak agar merasa nyaman dengan tubuhnya, beri sentuhan dan pelukan kepada anak agar mereka merasakan kasih sàyang dari orangtuanya secara tulus.
  2. Bantu anak memahami perbedaan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan di depan umum. Contohnya, saat anak selesai mandi harus mengenakan baju di dalam kamar mandi atau di kamarnya. Orangtua harus menanamkan bahwa tidak diperkenankan berlarian usai mandi tanpa busana. Anak harus tahu bahwa ada hal-hal pribadi dari tubuhnya yang tidak sèmua orang boleh lihat apalagi menyentuhnya.
  3. Ajari anak untuk mengetahui perbedaan anatomi tubuh pria dan wanita. Jelaskan proses tubuh seperti hamil dan melahirkan dalam kalimat sederhana. Dari sini bisa dijelaskan bagaimana bayi bisa berada dalam kandungan ibu. Tentu saja harus dilihat perkembangan kognitif anak. Yang penting orangtua tidak membohongi anak misalnya dengan mengatakan kalau adik datang dari langit atau dibawa burung.
  4. Cobalah memosisikan diri Anda sebagai anak pada usia tersebut. Cukup beritahu hal-hal yang ingin diketahuinya. Jelaskan dengan contoh yang terjadi pada binatang.
  5. Hindari perasaan malu dan bersalah atas bentuk serta fungsi tubuhnya.
  6. Ajarkan anak untuk mengetahui nama yang benar setiap bagian tubuh dan fungsinya. Katakan vagina untuk alat kelamin wanita dan penis untuk alat kelamin pria ketimbang mengatakan burung atau yang lainnya.
  7. Bantu anak memahami konsep pribadi dan ajarkan mereka kalau pembicaraan soal seks adalah pribadi.
  8. Beri dukungan dan suasana kondusif agar anak mau datang kepada orangtua untuk bertanya soal seks.
Anda mungkin baru menyadari pentingnya pendidikan seks setelah maraknya kasus pergaulan bebas muncul dikalangan remaja yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Pergaulan bebas dipicu oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih dan faktor perekonomian global. Namun, bukan hal itu saja yang menjadi penyebab meningkatnya pergaulan bebas, yang terpenting adalah pendidikan seks untuk anak Anda.

Pendidikan seks juga sangat diperlukan untuk mengantisipasi, mengetahui, dan mencegah kegiatan seks bebas dan mampu menghindari dampak-dampak negatif lainnya. Peran orangtua dibantu oleh lembaga pendidikan atau lembaga pendukung lainnya sangat diperlukan untuk mengajarkan pendidikan seks sejak dini pada anak.
Share this article :

ArtikelPopuler



Translate

www.v8link.com linkcsere Text Backlink Exchange linkcsere linkcsere linkcsere linkcsere linkcsere linkcsere linkcsere Hot Backlink Top Backlink 512 Web Link Exchange bbacklink Free backlink Free Automatic Link Free backlink Free Baclink service Auto Backlink Gratis freebanner4u japanese backlink share link news Linkon Bedava Kostenlose All News Site Auto Backlink AUTO BACKLINK. Auto Backlink backlinkgratis4u Auto-Backlink powered by Stundenbanner-Service Power Backlink powered Free backlink SERBA SERBI freebacklinks4u Free SEO Tools Free SEO Tools surgaweb TV INDONESIA WARGA BISNIS FECEBLOG 4UI ANEKA VIDEO babul fatah seribukatamutiara SERIBU KAWAN satriopiningit bedava Kostenlose Backlinks bei TopReferer MeteoCap Free backlink Free Backlink! Free Backlink! Free Automatic Backlink Maz Free Backlink
russia xxi backlink matic Banner Система автоматических взаимных ссылок Free backlink backlink matic iniinfo4u Elite backlinks medik medik Free Backlink! Linkon Bedava